Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKPI)
https://ojs.umitra.ac.id/index.php/jikpi
<p style="text-align: justify; line-height: 1.6;"><strong>Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKPI)</strong> merupakan media publikasi ilmiah yang menyebarluaskan karya-karya ilmiah yang ditulis oleh dosen, peneliti, mahasiswa, dan akademisi lainnya di bidang ilmu kesehatan, khususnya keperawatan dan bidang terkait. JIKPI menerbitkan artikel penelitian orisinal dan karya ilmiah relevan lainnya yang melalui proses <em>peer review</em> secara ketat serta dikelola melalui sistem publikasi secara daring.<br>Setiap naskah yang disubmit ke JIKPI dievaluasi oleh sekurang-kurangnya dua orang reviewer independen untuk memastikan kualitas, orisinalitas, ketelitian ilmiah, dan relevansi artikel yang diterbitkan. Jurnal ini diterbitkan dan dikelola oleh <strong>Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Mitra Indonesia</strong>.<br>JIKPI diterbitkan <strong>dua kali dalam setahun</strong>, yaitu pada bulan <strong>Maret dan September</strong>, dengan setiap volume terdiri atas dua edisi. JIKPI berkomitmen untuk mendorong diseminasi pengetahuan ilmiah dan hasil penelitian berkualitas yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu keperawatan, ilmu kesehatan, serta bidang terkait.</p>Universitas Mitra Indonesiaid-IDJurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKPI)2746-2579Aplikasi Teknik Relaksasi Otot Progresif terhadap Ansietas pada Pasien Hipertensi
https://ojs.umitra.ac.id/index.php/jikpi/article/view/1908
<p>Hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg. Keadaan seseorang yang mengalami hipertensi dapat menimbulkan rasa jantung berdebar-debar, kepala terasa pusing, sulit tidur, dan merasa tremor. Dari keluhan tersebut termasuk kedalam tanda dan gejala dari kecemasan. Kecemasan tersebut dapat diatasi relaksasi otot progresif karena dapat mempengaruhi hipotalamus yang menurunkan kerja sistem saraf simpatis melalui peningkatan kerja saraf parasimpatis, sehingga dapat menurunkan tingkat kecemasan pada pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teknik Relaksasi Otot Progresif untuk mengurangi kecemasan pada penderita hipertensi. di Wilayah Kerja Puskesmas Kotabumi II Lampung. Metode dalam penelitian menggunakan tindakan keperawatan berupa penerapan teknik relaksasi otot progresif terhadap 1 orang pasien hipertensi dengan masalah keperawatan ansietas di Wilayah Kerja Puskesmas Kotabumi II Lampung Utara yang dilaporkan dalam bentuk studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan tindakan keperawatan berupa penerapan teknik relaksasi otot progresif pada satu klien terjadi penurunan tanda dan gejala ansietas dari 75% menjadi 25%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tindakan keperawatan teknik relaksasi otot progresif efektif dapat menurunkan ansietas. Perawat diharapkan dapat memberikan tindakan keperawatan teknik relaksasi otot pogresif pada pasien ansietas di Wilayah Kerja Puskesmas Kotabumi II Lampung Utara.</p>Nada NabilaMadepan Mulia
##submission.copyrightStatement##
2026-03-272026-03-277144344810.57084/jikpi.v7i1.1908Analisis Hubungan Mekanisme Koping Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Kanker Payudara Pasca Mastektomi
https://ojs.umitra.ac.id/index.php/jikpi/article/view/2245
<p><em>Breast cancer is one type of cancer that has the highest number of cases in Indonesia with 65,858 new cases or 16.6% of the total 396,914 cancer cases (Globacon, 2020). One of the treatments for breast cancer is mastectomy surgery which can have physical and psychological impacts. Data in the surgical inpatient room of RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro shows that 70% of post-mastectomy patients experience stress, 30% feel hopeless, and 75% experience decreased self-confidence due to physical changes. This data shows that some patients are able to adapt well through social support and effective coping strategies, while others have difficulty in adjusting which has an impact on the physical and mental well-being of patients. The purpose of the study was to determine the relationship between coping mechanisms and quality of life in post-mastectomy breast cancer patients at General Ahmad Yani Metro Lampung Hospital in 2025. This study used an analytic design with a cross sectional approach. The population of this study were postoperative mastectomy patients, the sampling technique used purposive sampling, the number of samples was 45 respondents. Data analysis method by means of univariate and bivariate analysis with chi square test. The results showed that out of 45 respondents who had adaptive coping mechanisms as many as 16 respondents (35.6%) and maladaptive coping mechanisms as many as 29 respondents (64.4%).While those who had good quality of life were 20 respondents (44.4%) and those who had poor quality of life were 25 respondents (55.6%). The results of the statistical test showed a significant relationship between coping mechanisms and the quality of life of breast cancer patients after mastectomy at the General Ahmad Yani Metro Lampung Hospital in 2025 with a p-value of 0.000 (Ï>0.05). It is expected that health workers can provide psychological support and education to patients to improve adaptive coping mechanisms so that patients' quality of life can be better.</em></p>Titi Astuti
##submission.copyrightStatement##
2026-03-282026-03-287144945610.57084/jikpi.v7i1.2245Penerapan Posisi Semi Fowler Untuk Meningkatkan Saturasi Oksigen Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Di Rsud dr. Adhyatma MPH Provinsi Jawa Tengah
https://ojs.umitra.ac.id/index.php/jikpi/article/view/2007
<p>Stroke merupakan kondisi yang ditandai oleh gangguan fungsi sistem saraf akibat aliran darah ke otak yang terganggu. Penatalaksanaan stroke dapat melibatkan terapi farmakologis maupun non-farmakologis. Terapi farmakologis mencakup pemberian obat, sementara itu terapi non-farmakologis dapat dilakukan salah satunya dengan memberikan posisi tubuh yang nyaman. Posisi semi fowler, yaitu posisi setengah duduk, bermanfaat untuk mengoptimalkan aliran oksigen ke paru-paru sehingga membantu meningkatkan kadar saturasi oksigen. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh posisi semi fowler untuk meningkatkan saturasi oksigen pada pasien stroke non hemoragik. Desain penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan mengimplementasikan posisi semi fowler selama 14 hari dilakukan 1 hari 1 kali. Adapun subyek kasus berjumlah satu kasus dengan diagnosa medis stroke non hemoragik di RSUD dr. Adhyatma mph Provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah diberikan posisi semi fowler selama 14 x 24 jam terdapat peningkatan saturasi oksigen pada pasien stroke non hemoragik. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian posisi semi fowler dapat memberikan peningkatan saturasi oksigen kepada pasien stroke non hemoragik.</p>Dian KartikasariJamilatun NisaNur Rochmat
##submission.copyrightStatement##
2026-03-302026-03-307145746310.57084/jikpi.v7i1.2007Pengaruh Lama Fermentasi Kombucha Teh Bunga Telang (Clitoria Ternatea) Terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Jamur Candida Albicans
https://ojs.umitra.ac.id/index.php/jikpi/article/view/2298
<p><em>Candida albicans</em> merupakan jamur oportunistik penyebab kandidiasis, yang prevalensinya cukup tinggi di Indonesia. Resistensi terhadap antijamur sintetis mendorong pencarian alternatif berbasis bahan alam, salah satunya adalah kombucha teh bunga telang (<em>Clitoria ternatea</em>). <strong>Tujuan penelitina ini untuk m</strong>engetahui pengaruh variasi lama fermentasi kombucha teh bunga telang terhadap pertumbuhan Candida albicans. Penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variasi lama fermentasi (7, 14, 21 hari), kontrol positif (ketokonazol), dan kontrol negatif (aquadest steril). Uji aktivitas antijamur dilakukan dengan metode difusi sumuran menggunakan media SDA. Kombucha bunga telang menunjukkan daya hambat yang meningkat seiring waktu fermentasi. Rata-rata diameter zona hambat pada fermentasi 7 hari adalah 12,2 mm (kategori kuat), 14 hari sebesar 17,0 mm (kategori kuat), dan 21 hari sebesar 20,9 mm (kategori sangat kuat). Hasil uji ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan (p < 0,05). Lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap daya hambat kombucha bunga telang terhadap Candida albicans. Fermentasi 21 hari menghasilkan aktivitas antijamur tertinggi.</p><p>Â </p><p>Â </p>Arie KusumawardhaniSulistianingsih Sulistianingsih
##submission.copyrightStatement##
2026-03-272026-03-277146446810.57084/jikpi.v7i1.2298